Penulisan sejarah kolonial adalah penulisan sejarah bersifat eropasentris. Tujuan penulisan ini adalah untuk memperkukuh kekuasaan mereka di Nusantara. Penulisan sejarah yang berfokus barat ini merendahkan derajat bangsa Indonesia dan mengunggulkan sedarajt bangsa Eropa, misalnya pemberontakan Diponegoro dan pemberontakan kaum Padri. Tokoh tersebut oleh Bangsa Eropa dianggap pemberontak, sedangkan Daendels dianggap sebagai figur yang berguna. Tulisan mereka dianggap sebagai propaganda penjajahan serta pembenaran penjajahan di Indonesia. Padahal, kenyataannya adalah penindasan. Akan tetapi, ada juga penulis Eropa yang cukup objektif, misalnya, Dr. Van Leur dengan karya tulisan Indonesian Trade and Society dan karya Dr. Schrieke, Indonesia Sociological Studies, yang memaparkan perdagangan dan masyarakat Nusantara. Dasar pemikiran sarjana Belanda tersebut dirumuskan kembali secara sistematik oleh Dr. Sartono Kartodirdjo denngan pendekatan multidimensional, yaitu pendekatan dalam penulisan sejarah dengan beberapa ilmu sosial, ekonomi, sosiologi, dan antropologi.
- Home
- Matematika
- _Sekolah Dasar
- __Kelas 1
- __Kelas 2
- __Kelas 3
- __Kelas 4
- __Kelas 5
- __Kelas 6
- _Menengah Pertama
- __Kelas 7
- __Kelas 8
- __Kelas 9
- _Menengah Atas
- __Kelas 10
- __Kelas 11
- __Kelas 12
- IPA SMA
- _Kimia
- __Kelas 10
- __Kelas 11
- __Kelas 12
- _Fisika
- __Kelas 10
- __Kelas 11
- __Kelas 12
- _Biologi
- __Kelas 10
- __Kelas 11
- __Kelas 12
- IPS SMA
- _Ekonomi
- __Kelas 10
- __Kelas 11
- __Kelas 12
- _Sosiologi
- __Kelas 10
- __Kelas 11
- __Kelas 12
- _Sejarah
- __Kelas 10
- __Kelas 11
- __Kelas 12
- _Geografi
- __Kelas 10
- __Kelas 11
- __Kelas 12
- IPAS SD
- _Kelas 1
- _Kelas 2
- _Kelas 3
- _Kelas 4
- _Kelas 5
- _Kelas 6
- IPAS SMP
- _Kelas 7
- _Kelas 8
- _Kelas 9
- Informatika
- _Kelas 10
- _Kelas 11
- _Kelas 12
- GUDANG SOAL
0 Komentar