1. Sifat Operasi Hitung
a. Sifat Komulatif (Pertukaran)
Penjumlahan: a+b = b +a
Perkalian : a x b = b x a
b. Sifat Asosiatif (Pengelompokkan)
Penjumlahan : (a + b) + c = a + (b + c)
Perkalian : (a x b) x c = a x (b x c)
c. Sifat Distributif (Penyebaran)
Perkalian terhadap Penjumlahan : a x (b + c) = (a x b) + (a x c)
Perkalian terhadap Pengurangan : a x (b - c) = (a x b ) - (a x c)
2. Perkalian dan Pembagian Bilangan
a. Operasi Perkalian
Perkalian sebagai penjumlahan berulang, contoh : 5 x 23 = 23 + 23 + 23 + 23 + 23
Perkalian langsung (sifat komutatif perkalian), contoh : 5 x 23 = 23 x 5
Perkalian bersusun, contoh:
2 1
3 x
6 3
b. Operasi Pembagian
Pembagian Tanpa Sisa, contoh : 40 : 8 = 5
Pembagian Bersisa, contoh : 13 : 4 = 3 (sisa 1) = 3 1/4 (disebut pecahan campuran)
3. Operasi Hitung Campuran
Aturannya adalah :
- Operasi penjumlahan dan pengurangan adalah setingkat, urutan pengerjaannya dari kiri.
- Operasi perkalian dan pembagian adaah setingkat, urutan pengerjaannya dari kiri.
- Operasi hitung perkalian dan pembagian lebih tinggi dibandingkan penjumlahan dan pengurangan.
- Operasi yang terdapat tanda kurung dikerjakan terlebih dahulu.
4. Pembulatan dan Penaksiran
a. Pembulatan Bilangan ke Satuan Terdekat
Jika angka tersebut kurang dari 5, maka bilangan dibulatkan ke bawah.
Jika angka tersebut lebih dari 5, maka bilangan dibulatkan ke atas.
b. Menaksir Hasil Operasi Hitung Dua Bilangan
Taksiran atas, dengan membulatkan bilangan ke atas.
Taksiran bawah dengan membulatkan bilangan ke bawah.
0 Komentar