Apabila sesuatu barang ditukar dengan barang lain, tentu di dalamnya terdapat perbandingan nilai tukar antar keduanya. Nilai tukar ini sebenarnya merupakan semacam "harga" di dalam pertukaran tersebut. Demikian pula pertukaran antara dua mata uang yang berbeda, maka akan terdapat perbandingan nilai/harga antara kedua mata uang tersebut. Perbandingan nilai inilah yang disebut kurs (exchange rate). Pasar valuta asing tidak hanya menyangkut kurs/harga valuta asing saja tetapi pihak-pihak yang melakukan transaksi. Pihak-pihak ini antara lain eksportir-importir, bank, pedagang perantara dan bank sentral.
A. Pengertian Kurs Valuta Asing
Valuta asing atau Foreign Exchange (FOREX) adalah mata uang asing atau alat pembayaran lainnya yang digunakan untuk melakukan atau membiayai transaksi ekonomi keuangan internasional dan yang mempunyai catatan kurs resmi pada bank central (Hamdy dalam Putong: 2010). Misalnya, di Singapura (US Dolar). Seseorang yang mengimpor barang dari Singapura harus membeli dolar Singapura dan jika ingin membeli barang dari Malaysia, perlu mencari ringgit. Dengan kata lain, untuk membiayai impor dan beberapa transaksi luar negeri lainnya diperlukan mata uang asing sebagai alat pembayaran. Nilai valuta asing adalah suatu nilai yang menunjukkan jumlah mata uang dalam negeri yang diperlukann untuk mendapat satu unit mata uang asing.
B. Fungsi Kurs Valuta Asing
Pasar valuta asing memiliki beberapa fungsi pokok dalam membantu kelancaran lalu lintas pembayaran internasional, di antaranya sebagai berikut (Salvatore: 2014)
- Mempermudah penukaran valuta asing serta pemindahan dana dari satu negara ke negara lain. Proses penukaran atau pemindahan dana ini dapat dilakukan dengan sistem clearing seperti halnya yang dilakukan oleh bank-bank dan pedagang.
- Karena sering terdapat transaksi internasional yang tidak perlu segera diselesaikan pembayaran dan penyerahan barangnya, pasar valuta asing memberikan kemudahan untuk dilaksanakan perjanjian atau kontrak jual beli secara kredit.
- Memungkinkan dilakukannya hedging (penarikan dana). Seorang pedagang melakukan hedging jika pada saat yang sama melakukan transaksi jual dan beli valuta asing di pasar yang berbeda. hal ini biasanya dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi risiko kerugian akibat perubahan kurs.
C. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kurs Valuta Asing
- Sistem Kurs yang Dianut
- Selera (Cita Rasa) Masyarakat
- Keadaan Neraca Pembayaran
- Adanya Kebijakan Devaluasi dan Revaluasi
- Keadaan Kurs Antar Negara Maju
- Kekuatan Permintaan dan Penawaran
D. Sistem Kurs Valuta Asing
- Kurs Tetap (Fixed Exchange Rate). Penentuan kurs mata uang dilakukan dengan jual beli valas. Jika valas banyak masuk ke suatu negara, pemerintah melalui bank sentral harus membeli kelebihan valuta asing tersebut. Kurs tetap, yaitu kurs mata uang yang ditetapkan oleh pemerintah dan tidak di pengaruhi oleh fluktuasi ekonomi atau permintaan dan penawaran.
- Kurs Mengambang (Floating Exchange Rate). Kurs yang ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran atau oleh kekuatan pasar, yang dibedakan atas clean float dan dirty float.
- Clean float, yaitu besar kecilnya kurs ditentukan oleh permintaan dan penawaran di pasar dan pemerintah tidak ikut campur di dalamnya.
- Dirty float, yaitu kurs yang dibiarkan mengambang, tetapi masih ada campur tangan dari pemerintah.
- Kurs Stabil (Stable Exchange Rate). Kurs yang ditentukan melalui kebijakan pemerintah untuk menstabilkannya. Kestabilan kurs dapat dicapai dengan cara: aktif, pemerintah menyediakan dana untuk stabilisasi kurs; pasif, pemerintah menggunakan sistem standar emas.
- Kurs Multiple. Kurs yang digunakan dalam jual beli valuta aing, meliputi kurs jual dan kurs beli.
- Kurs jual, yaitu nilai kurs yang ditentukan oleh bank pada saat menjual valuta asing atau Kurs yang digunakan pada saat di pelaku pasar (bank, money changer) membeli valtua asing.
- Kurs beli, yaitu nilai kurs yang ditentukan oleh bank pada saat valuta asing atau perhitungan kurs pada saat pelaku pasar (bank, money changer) menjual valuta asing.

0 Komentar