Fungsi Reproduksi pada Wanita

Berbeda dengan pria yang membentuk sel-sel gamet (sperma) secara kontinu, pada wanita pembentukan gamet bersifat siklis yaitu dilepaskan sel telur yang peristiwanya disebut sebagai ovulasi. Pola siklis ini terjadi pada semua struktur dan fungsi sistem reproduksi wanita. Siklus ini pada manusia disebut sebagai siklus menstruasi. Panjang siklus ini berbeda-beda cukup besar antar wanita, dan juga dapat terjadi perubahan panjang siklus pada seorang wanita itu sendiri, tetapi rata-ratanya adalah 28 hari. Hari pertama terjadinya menstruasi disebut sebagai hari ke satu siklus.

Siklus menstruasi merupakan kejadian yang kompleks, yang terjadi di dalam uterus apabila tidak terjadi kehamilan. Peristiwa dalam uterus itu sendiri seluruhnya dipengaruhi oleh perubahan sekresi hormon ovarium yang bersifat siklis. Ovarium adalah tempat pembentukan gamet wanita yang secara normal menghasilkan satu gamet per satu siklus menstruasi.

Perubahan-perubahan yang berupa siklus menstruasi adalah akibat dari interaksi antara uterus, ovarium, hypophyse dan hypothalamus. Interaksi ini menyebabkan ovarium:

  1. Menghasilkan satu gamet tiap siklus
  2. Mensekresikan hormon yang menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan siklis di seluruh sistem saluran reproduksi wanita, termasuk dalam uterus.
Perubahan-perubahan yang terjadi dalam uterus adalah menyiapkan uterus untuk menerima dan memberi makan gamet, dan hanya bila tidak terjadi kehamilan maka terjadi menstruasi.

Uterus adalah organ berongga, berdinding otot tebal dan terletak di antara vesica urinaria (kandung kencing) dan rectum. Uterus adalah tempat terjadinya pendarahan menstruasi dan tempat bertumbuhnya fetus pada kehamilan.

0 Komentar